Foto: Ketua Harian Akademi Seni Beladiri Karate Indonesia (ASKI) Pengurus Provinsi Bali, I Wayan Sutama.
Denpasar (aspirasibali.my.id)
Ketua Harian Akademi Seni Beladiri Karate Indonesia (ASKI) Pengurus Provinsi Bali, I Wayan Sutama, mendorong penguatan pembinaan karateka melalui kegiatan Gashuku yang digelar pada Minggu, 4 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi karateka dari berbagai daerah di Bali untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat disiplin dan kebersamaan.
Sutama mengatakan Gashuku bukan sekadar latihan bersama, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun karakter dan kekompakan antaranggota. Peserta yang hadir berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Karangasem, Gianyar, Denpasar, Tabanan, Singaraja, dan daerah lainnya.
“Pada kesempatan yang baik ini, Bapak-Ibu sekalian, izinkan saya menyampaikan terima kasih dan selamat datang kepada seluruh peserta. Sebagaimana yang sudah disampaikan tadi, kegiatan latihan atau Gashuku ini tentu menjadi kesempatan bagi kita untuk bersama-sama meningkatkan kemampuan dan mempererat kebersamaan,” kata Sutama.
Menurut Sutama, pengembangan ASKI Bali terus dilakukan sejak organisasi tersebut berdiri sekitar tiga setengah tahun lalu. ASKI Bali merupakan pengembangan dari Forki dan kini mulai berkembang di sejumlah wilayah, seperti Denpasar, Tabanan, Karangasem, Gianyar, hingga Buleleng.
“Atas dorongan dari teman-teman di ASKI Bali, kami terus berupaya bagaimana ASKI dapat berkembang di Bali. Saat ini, kegiatan sudah mulai berkembang di Denpasar, Tabanan, Karangasem, Gianyar, hingga Buleleng,” ujarnya.
Dalam pembinaan karateka, Sutama menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan teknik, kedisiplinan, dan pembentukan karakter. Karena itu, para peserta Gashuku didorong mengikuti arahan pelatih serta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkuat kemampuan dan rasa kebersamaan.
“Kepada adik-adik, pada kesempatan yang baik ini saya terus mengajak dan menantang kalian untuk memanfaatkan kegiatan Gashuku ini dengan sebaik-baiknya. Pertama, kita harus tetap belajar dan terus berlatih. Kedua, kita harus memperkuat rasa kebersamaan dan kekompakan,” katanya.
Sutama juga mengingatkan para karateka agar tidak hanya berlatih di dojo masing-masing, tetapi memanfaatkan pertemuan antardaerah untuk membangun hubungan dan semangat kebersamaan dalam organisasi.
“Selama ini adik-adik mungkin berlatih di dojo masing-masing. Namun, saat ini kita bisa bertemu dan berlatih bersama. Mari kita tunjukkan kebersamaan, mengikuti arahan-arahan dari para pelatih, sehingga adik-adik nantinya benar-benar dapat menunjukkan kedisiplinan dan karakter yang baik,” ujar Sutama.
Menurut dia, kesinambungan pembinaan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk sekolah yang memberikan ruang dan kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan kemampuan di luar kegiatan akademik.
“Nah, sehingga kalau ini memang betul-betul bisa selaras, pasti nanti kita akan memiliki anak-anak muda yang mantap,” kata Sutama.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah memberikan ruang dan kesempatan kepada para karateka untuk berlatih serta mengembangkan diri. Dukungan tersebut dinilai penting dalam membangun kesinambungan pembinaan generasi muda melalui olahraga.
“Oleh karena itu, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Bapak dan Ibu dari pihak sekolah yang sudah memberikan ruang dan kesempatan kepada adik-adik untuk berlatih dan mengembangkan diri,” ujarnya.
Sutama juga mengapresiasi kehadiran para pihak sekolah yang menyempatkan waktu untuk menyaksikan kegiatan Gashuku. Menurut dia, dukungan tersebut menjadi kebanggaan bagi ASKI Bali, terlebih kegiatan berlangsung pada hari Minggu.
“Kami benar-benar mengapresiasi kehadiran Bapak/Ibu semua. Apalagi saya yakin pada hari Minggu sangat sibuk. Namun, Bapak dan Ibu sudah meluangkan waktu untuk melihat adik-adik dari berbagai sekolah yang hadir pada hari ini. Ini merupakan satu kebanggaan bagi kami di ASKI,” kata Sutama.
Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut sehingga pembinaan karateka dan pengembangan ASKI Bali dapat berjalan secara berkesinambungan.
“Mudah-mudahan kerja sama ini dapat terus berjalan dengan baik, termasuk bersama teman-teman dan seluruh pihak yang selama ini telah mendukung kegiatan ini,” pungkas Sutama.
Melalui Gashuku, Sutama berharap pembinaan ASKI Bali tidak hanya menghasilkan karateka dengan kemampuan teknik yang baik, tetapi juga generasi muda yang memiliki disiplin, karakter, semangat kebersamaan, dan kemampuan untuk terus mengembangkan diri.


