Foto: Suasana Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, pada Jumat 28 Agustus 2026.
Denpasar (aspirasibali.my.id)
STISPOL Wira Bhakti Denpasar menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 sebagai langkah awal mempersiapkan mahasiswa menghadapi kehidupan akademik sekaligus menanamkan karakter, wawasan kebangsaan, dan kepedulian sosial.
Mengusung tema “Berkarakter, Berdampak, dan Berkarya Membangun Bangsa”, kegiatan PKKMB tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan lingkungan kampus, program studi, serta sistem pembelajaran kepada mahasiswa baru. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kebangsaan sejak awal mahasiswa memasuki dunia perguruan tinggi.
PKKMB STISPOL Wira Bhakti Denpasar diikuti sebanyak 158 mahasiswa baru dari tiga program studi, yakni Administrasi Publik, Administrasi Bisnis, dan Pariwisata. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat, 28 Agustus 2026 dan Sabtu, 29 Agustus 2026.
Tema yang diangkat menjadi penegasan terhadap identitas STISPOL Wira Bhakti sebagai kampus kebangsaan yang memiliki sejarah dan keterkaitan dengan perjuangan para pejuang Bali serta Pemerintah Provinsi Bali. Nilai-nilai perjuangan tersebut diperkenalkan kepada mahasiswa baru sebagai bagian dari proses pendidikan karakter agar mereka tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan sosial dan semangat berkontribusi bagi bangsa.
Pada hari pertama, Jumat, 28 Agustus 2026, rangkaian PKKMB dipusatkan di Kampus STISPOL Wira Bhakti Denpasar. Kegiatan diawali dengan upacara pekeling bagi mahasiswa beragama Hindu, kemudian dilanjutkan dengan upacara pembukaan.
Mahasiswa baru selanjutnya mendapatkan berbagai materi pengenalan kehidupan kampus. Materi tersebut meliputi sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, selayang pandang Yayasan Kebaktian Proklamasi, penayangan profil kampus, serta pengarahan dari masing-masing kepala program studi.
Pembekalan juga diberikan melalui materi Kampus Siaga Bencana (KSB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar. Materi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi potensi bencana serta meningkatkan pemahaman mengenai keselamatan, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan hari pertama juga diisi dengan pelepasan burung sebagai bagian dari kegiatan yang mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan. Aktivitas tersebut menjadi simbol pentingnya menjaga keseimbangan alam serta membangun kesadaran mahasiswa terhadap lingkungan sejak berada di bangku perguruan tinggi.
Memasuki hari kedua, Sabtu, 29 Agustus 2026, mahasiswa baru diajak mengikuti kegiatan di Taman Pujaan Margarana. Pemilihan lokasi tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian PKKMB karena mahasiswa tidak hanya dikenalkan dengan sejarah kampus, tetapi juga diajak secara langsung mengenal nilai-nilai kepahlawanan dan semangat perjuangan yang melekat pada sejarah Puputan Margarana.
Kegiatan di Taman Pujaan Margarana diawali dengan persembahyangan bersama, kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga dan kunjungan ke museum. Mahasiswa memperoleh pembekalan mengenai sejarah perjuangan serta nilai-nilai kepahlawanan yang diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam membangun karakter generasi muda.
Selain wawasan sejarah dan kebangsaan, mahasiswa baru juga mendapatkan materi mengenai penanganan dan pencegahan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Pembekalan ini diarahkan untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari berbagai bentuk kekerasan.
Ketua STISPOL Wira Bhakti Denpasar, Dr. Ir. I Wayan Sugiartana, S.T., M.M., mengatakan tema PKKMB tahun ini memiliki pesan penting bagi mahasiswa baru karena keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter yang dimiliki.
“Sesuai dengan tema hari ini, Berkarakter, berdampak, dan berkarya untuk membangun bangsa. Kita tahu semua keberhasilan berawal dari karakter pribadi. Karakter yang jujur, berani, dan bertanggung jawab akan melahirkan pribadi yang mampu memberikan dampak bagi lingkungan dan masyarakat," katanya.
"Walaupun adik-adik mahasiswa masih berstatus mahasiswa, tidak harus menunggu menjadi pejabat, tidak harus menunggu menjadi sarjana, dan tidak harus menunggu menjadi dokter untuk dapat berkarya. Kalian sudah bisa berkarya untuk bangsa meskipun masih menjadi mahasiswa, selama memiliki karakter-karakter yang luar biasa,” imbuhnya.
Menurutnya, mahasiswa baru yang bergabung dengan STISPOL Wira Bhakti Denpasar juga menjadi bagian dari keberlanjutan kampus yang memiliki identitas sebagai kampus kebangsaan di Bali.
“Selamat bergabung di kampus kebangsaan, satu-satunya di Bali yang didirikan oleh para pejuang Bali, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Wira Bhakti,” tegasnya.
Sugiartana juga mengingatkan mahasiswa agar tidak berhenti pada sikap mengkritik tanpa memberikan solusi. Menurutnya, bangsa membutuhkan generasi muda yang mampu berpikir, berani mengambil langkah, menawarkan solusi, serta bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan.
“Mahasiswa baru yang saya banggakan, kita ketahui bersama bahwa Republik ini tidak membutuhkan orang-orang yang banyak mengkritik tetapi tidak memiliki solusi. Negara ini juga tidak membutuhkan orang-orang yang hanya nyinyir atau hanya menunggu," tuturnya.
"Negeri ini memerlukan orang-orang yang berpikir, berani, memiliki solusi, dan tentunya bertanggung jawab,” sambungnya.
Ia berharap keberadaan kampus kebangsaan tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tumbuh dan menjalani proses pendidikan dengan penuh keberanian. Mahasiswa juga didorong untuk tidak takut menghadapi proses selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
“Itulah harapan kami semua. Semoga dengan adanya kampus kebangsaan ini dan bergabungnya kalian semua sebagai mahasiswa baru, kalian tidak pernah takut untuk masuk kampus. Jangan takut menjalani proses pendidikan," harapnya.
"Kalian pasti bisa menjadi sarjana. Ikuti prosesnya, karena without process, we get nothing. Tanpa proses, kita tidak akan mendapatkan apa-apa,” tambahnya.
Lebih jauh, Sugiartana menekankan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter, kreativitas, inovasi, serta kemampuan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bangsa yang besar memerlukan manusia-manusia yang bertanggung jawab, kreatif, inovatif, serta mampu menghasilkan karya. Bangsa yang besar tentunya membutuhkan orang-orang seperti kalian yang memiliki karakter sehingga mampu memberikan dampak dan berkarya untuk bangsa ini,” katanya.
Seluruh rangkaian PKKMB kemudian ditutup dengan upacara penutupan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bekal awal bagi 158 mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi, memahami identitas dan nilai-nilai STISPOL Wira Bhakti, serta menjalani proses pendidikan dengan karakter dan semangat kebangsaan.
Dengan demikian, PKKMB tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial penyambutan mahasiswa baru. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi titik awal pembentukan generasi akademik yang diharapkan mampu memahami sejarah perjuangan, memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, serta berani menghasilkan karya yang memberikan dampak positif bagi bangsa.

