Foto: Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Karate Triwulan II Tahun 2026 Akademi Seni Beladiri Karate Indonesia (ASKI) Bali di Peguyangan Kaja, Denpasar Utara, Minggu, 9 Agustus 2026.
Denpasar (aspirasibali.my.id)
Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Karate Triwulan II Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Akademi Seni Beladiri Karate Indonesia (ASKI) Bali untuk mengukur perkembangan kemampuan karateka sekaligus mengevaluasi hasil pembinaan yang telah dilakukan selama ini. Para karateka dari lima Pengurus Cabang (Pengcab) ASKI di Bali mengikuti tahapan evaluasi yang digelar di PDAM Belusung Denpasar, Peguyangan Kaja, Denpasar Utara, Minggu, 9 Agustus 2026.
UKT tersebut diikuti karateka dari Pengcab ASKI Denpasar, Tabanan, Buleleng, Gianyar, dan Karangasem. Para peserta sebelumnya telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti ujian dan menjalani proses latihan secara intensif di masing-masing Pengcab.
Bagi ASKI Bali, UKT tidak sekadar menjadi tahapan untuk menentukan kenaikan tingkat seorang karateka. Lebih dari itu, ujian menjadi barometer untuk melihat sejauh mana proses latihan, kedisiplinan, kemampuan teknik, serta mental para karateka berkembang.
Evaluasi secara berkala juga dinilai penting untuk memastikan proses pembinaan berjalan secara terukur dan berkelanjutan. Hasil UKT nantinya dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelatih untuk menentukan program latihan berikutnya, sekaligus memperbaiki berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Ketua Harian ASKI Provinsi Bali, Wayan Sutama, mengapresiasi kerja keras karateka dan para pelatih yang telah mempersiapkan UKT. Ia menilai ujian tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pembinaan karena memberikan gambaran mengenai perkembangan karateka setelah menjalani latihan secara disiplin.
“Saya mengapresiasi kepada para pelatih mudah-mudahan lewat UKT ini karena UKT ini merupakan sebuah evaluasi bagi adik-adik yang sudah mengikuti latihan selama ini dengan sangat disiplin dengan kerja keras begitu juga dari para pelatih yang sangat intens dan penuh disiplin dan sangat sabar dalam memberikan pelatihan sehingga memberikan hasil yang optimal,” ujar Wayan Sutama.
Menurutnya, meski masa latihan yang dijalani para karateka baru sekitar enam bulan, khususnya di Peguyangan Kaja, kemampuan yang ditampilkan sudah menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Tidak hanya kemampuan dalam berkarate, aspek kedisiplinan juga menjadi perhatian penting dalam proses pembinaan.
“Meskipun periode latihan hanya 6 bulan di Peguyangan Kaja, tetapi adik-adik sudah mampu memperlihatkan kemampuan yang luar biasa termasuk juga disiplin ini merupakan kebanggaan kita semua dalam kesempatan yang baik ini saya tetap mengingatkan kepada pelatih untuk terus untuk melatih adik-adik ini termasuk menjaga kepercayaan para orang tua,” katanya.
Wayan Sutama menegaskan, capaian dalam UKT tidak boleh menjadi titik akhir bagi para karateka. Sebaliknya, hasil ujian harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kemampuan pada tahapan berikutnya. Karena itu, ia meminta para pelatih tetap konsisten memberikan latihan dan pembinaan kepada para karateka.
Di sisi lain, dukungan orang tua juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan. ASKI Bali berharap komunikasi antara organisasi, pelatih dan orang tua terus terjalin sehingga berbagai masukan yang berkaitan dengan perkembangan karateka maupun organisasi dapat ditindaklanjuti.
“Kita berharap kepada bapak ibu orang tua murid yang hadir pada siang hari ini kalau ada hal yang mungkin perlu yang dipertanyakan terkait dengan keberadaan ASKI ini mari kasih masukan baik kepada saya maupun kepada para tim pelatih karena masukan bapak ibu sangat penting untuk mengembangkan aski ini di Bali,” ungkapnya.
Pelaksanaan UKT Triwulan II 2026 sekaligus menunjukkan upaya ASKI Bali membangun sistem pembinaan karate yang dilakukan secara konsisten dari tingkat Pengcab. Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala, para karateka diharapkan tidak hanya mampu memenuhi standar kenaikan tingkat, tetapi juga memiliki fondasi teknik, disiplin, dan mental yang kuat untuk berkembang menjadi atlet berprestasi.
Pembinaan yang terukur dan berkesinambungan tersebut diharapkan dapat memperkuat regenerasi karateka ASKI di Bali serta membuka ruang lebih besar bagi munculnya atlet-atlet potensial yang mampu membawa nama daerah dalam berbagai ajang kejuaraan.


