Foto: Suasana Wisuda STISPOL Wira Bhakti Denpasar di Sanur, Denpasar, Jumat (24/7/2026).
Denpasar (aspirasibali.my.id)
Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISPOL) Wira Bhakti Denpasar kembali menorehkan capaian positif dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas. Sebanyak 112 mahasiswa dari Program Studi Administrasi Publik dan Program Studi Administrasi Bisnis resmi diwisuda dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-37 yang digelar di Sanur, Denpasar, Jumat (24/7/2026). Menariknya, lebih dari 95 persen lulusan telah berhasil terserap di dunia kerja sebelum menyelesaikan masa studinya.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pimpinan yayasan, sivitas akademika, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII, Pemerintah Provinsi Bali, para orang tua wisudawan, serta tamu undangan.
Ketua STISPOL Wira Bhakti Denpasar, Dr. I Wayan Sugiartana, ST., MM., mengatakan keberhasilan para wisudawan merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, doa, serta dukungan berbagai pihak selama menjalani proses pendidikan.
"Atas nama keluarga besar STISIPOL Wira Bhakti, saya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang hari ini telah berhasil menyelesaikan pendidikan. Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, disiplin, doa, serta dukungan orang tua, keluarga, para dosen, dan seluruh pihak yang telah mendampingi selama proses pendidikan," ujarnya.
Dalam laporan akademiknya, Sugiartana menjelaskan bahwa pada Wisuda ke-37, STISPOL Wira Bhakti meluluskan 112 sarjana yang terdiri atas 90 lulusan Program Studi Administrasi Publik dan 22 lulusan Program Studi Administrasi Bisnis. Seluruh lulusan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan akademik sesuai ketentuan yang berlaku berdasarkan keputusan Senat STISPOL Wira Bhakti.
Ia juga memaparkan bahwa selama tahun akademik berjalan, kampus terus melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan proses pembelajaran, peningkatan kompetensi dosen, hingga pengembangan sumber daya manusia. Saat ini terdapat dua dosen yang sedang menempuh pendidikan doktor (S-3), disertai penambahan tenaga pengajar baru sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu pendidikan.
Selain penguatan akademik, STISPOL Wira Bhakti juga terus memperluas kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program kerja sama dengan sejumlah lembaga.
"Seluruh upaya tersebut merupakan komitmen STISIPOL Wira Bhakti dalam menghasilkan lulusan yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun mengabdi kepada masyarakat," katanya.
Sugiartana turut menyampaikan apresiasi kepada dosen, tenaga kependidikan, serta para orang tua yang telah mendukung proses pendidikan mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan studi.
Kepada para lulusan, ia berpesan agar keberhasilan meraih gelar sarjana tidak menjadi akhir perjalanan, melainkan awal untuk terus berkarya dan mengabdi kepada masyarakat.
"Hari ini bukan sekadar seremoni wisuda. Hari ini adalah tonggak sejarah dalam perjalanan hidup Saudara. Hari ini menjadi saksi bahwa perjuangan telah mengalahkan keraguan, kerja keras telah menundukkan berbagai tantangan, dan pengorbanan telah melahirkan keberhasilan," ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa di balik toga yang dikenakan para lulusan terdapat doa, harapan, serta pengorbanan orang tua dan keluarga yang tidak boleh dilupakan.
Menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat, lulusan diminta menjadi pribadi yang adaptif, berani, inovatif, dan mampu menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Sugiartana turut menjelaskan filosofi nama "Wira Bhakti". Menurutnya, "Wira" melambangkan keberanian, ketangguhan, dan jiwa kepemimpinan, sedangkan "Bhakti" bermakna pengabdian, pengorbanan, serta ketulusan dalam berkarya.
"Karena itu, jadilah pribadi yang memiliki keberanian untuk menghadapi tantangan sekaligus memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat. Sebab, keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari apa yang kita raih, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada orang lain," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP) Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Yudana yang diwakili Wakil Sekretaris Yayasan Kebaktian Proklamasi, Anak Agung Mirah Virgayanti, S.E., menjelaskan bahwa secara historis YKP Provinsi Bali didirikan pada 3 Oktober 1951 oleh para pejuang bersama Pemerintah Daerah Tingkat I Bali dengan tujuan awal memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak yatim piatu para pejuang kemerdekaan.
Ia menegaskan bahwa wisuda merupakan gerbang awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, dedikasi, dan nilai-nilai luhur yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
"Momentum wisuda bukan akhir dari perjuangan, melainkan gerbang awal untuk mengimplementasikan ilmu, dedikasi, dan nilai-nilai luhur yang telah didapatkan di bangku kuliah. Kami segenap organ YKP Provinsi Bali mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan studi dengan baik di STISPOL Wira Bhakti," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada STISPOL Wira Bhakti serta berharap para lulusan mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
"Kenalah momen wisuda ini sebagai pemberi semangat bahwa kita mampu mengalahkan tantangan terberat dalam perjalanan meraih gelar sarjana. Maka tantangan lainnya pun dapat kita atasi juga," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala LLDikti Wilayah VIII, Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng., mengajak seluruh lulusan membawa semangat "Diktisaintek Berdampak" dalam perjalanan karier mereka.
"Semangat Diktisaintek Berdampak menjadi semangat yang sangat kuat bagi kita semua. Semangat ini mengingatkan kita pada perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Kini, perjuangan tersebut berada di tangan generasi muda, termasuk para wisudawan dan wisudawati yang siap menjadi penerus pembangunan bangsa," ujarnya.
Menurutnya, perguruan tinggi merupakan pusat lahirnya riset, inovasi, kreativitas, serta solusi bagi berbagai persoalan masyarakat. Karena itu lulusan harus mampu menghadirkan dampak nyata melalui ilmu yang dimiliki.
Ia juga mengapresiasi capaian STISPOL Wira Bhakti yang telah meraih akreditasi "Baik Sekali", sehingga menjadi modal penting bagi para lulusan untuk bersaing di dunia kerja.
Meski demikian, Eratodi mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di tengah perkembangan digital yang sangat cepat.
"Penguasaan teknologi informasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) harus menjadi bagian dari kompetensi yang dimiliki. Meski teknologi berkembang sangat pesat, nilai-nilai seperti integritas, kompetensi, etika, dan tanggung jawab tetap menjadi fondasi utama dalam menjalankan profesi," tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Bali yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bali, Drh. Luh Ayu Ariani, M.P., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, saya menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang pada hari ini telah berhasil menyelesaikan pendidikan akademiknya. Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, semangat belajar, serta dukungan orang tua, keluarga, dosen, dan seluruh sivitas akademika," katanya.
Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan daerah Bali di tengah berbagai tantangan global seperti transformasi digital, perkembangan AI, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik.
Menurutnya, STISPOL Wira Bhakti memiliki peran strategis dalam mencetak calon pemimpin, birokrat, akademisi, dan praktisi yang mampu menjawab tantangan tersebut.
"Saya mengajak seluruh wisudawan dan wisudawati untuk menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat. Jadilah aparatur sipil negara, politisi, akademisi, wirausahawan, maupun pemimpin yang selalu mengutamakan kepentingan publik, bekerja secara profesional, menjunjung tinggi kejujuran, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui karya nyata, bukan sekadar kata-kata," ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada STISPOL Wira Bhakti Denpasar atas konsistensinya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Prosesi Wisuda Sarjana ke-37 ini menjadi tonggak penting bagi STISPOL Wira Bhakti Denpasar dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga integritas, karakter, serta kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja dan pembangunan. Dengan tingkat serapan lulusan yang telah mencapai lebih dari 95 persen, kampus ini semakin menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia profesional.



