Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan, yang juga Ketua DPD FPPI Provinsi Bali, Ni Made Rahayuni.
Denpasar (aspirasibali.my.id)
Perempuan memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian keluarga, terutama ketika mampu mengelola waktu di tengah berbagai tanggung jawab domestik. Hal ini ditegaskan oleh Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan, yang juga Ketua DPD Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Provinsi Bali, Ni Made Rahayuni, yang membagikan pengalaman pribadinya sebagai inspirasi bagi perempuan untuk mandiri secara ekonomi.
Menurut Rahayuni, peran perempuan dalam ekonomi tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia mencontohkan bagaimana dirinya tetap fokus mengurus keluarga, bahkan memberikan perhatian penuh kepada anak-anak sejak dini.
“Dalam bidang ekonomi, perempuan memiliki peran yang sangat penting, terutama jika mampu mengatur waktu dengan baik. Saya pribadi menjadi contoh, di mana saya mengurus anak-anak sepenuhnya, bahkan ketiga anak saya saya rawat dengan ASI eksklusif tanpa susu botol selama dua tahun masing-masing. Banyak waktu saya habiskan untuk mengurus anak secara langsung,” ujarnya.
Di balik peran domestik tersebut, muncul dorongan dalam dirinya untuk tidak sepenuhnya bergantung secara ekonomi kepada suami. Keinginan untuk berkontribusi dalam keuangan keluarga menjadi motivasi kuat untuk mulai melangkah.
“Namun, di dalam pikiran saya muncul pertanyaan, sebagai perempuan mengapa saya hanya bergantung pada suami dalam hal ekonomi. Saya merasakan kebanggaan tersendiri jika bisa membantu, meskipun hanya sedikit, dalam menopang keuangan rumah tangga,” katanya.
Perjalanan menuju kemandirian ekonomi tidak berjalan mulus. Ia mengaku sempat menghadapi penolakan dari suami yang menginginkan dirinya tetap fokus mengurus rumah tangga. Meski demikian, ia memilih untuk tetap berupaya dengan cara yang positif.
“Itulah yang menjadi cita-cita sekaligus tantangan bagi saya. Awalnya memang tidak mudah, bahkan saya sempat dilarang oleh suami. Beliau beranggapan bahwa saya sudah cukup fokus mengurus anak-anak dan tidak perlu lagi memikirkan pekerjaan untuk mencari penghasilan. Namun, saya mencoba ‘melabrak’ batasan tersebut dengan cara yang positif,” ungkapnya.
Langkah awal yang diambil adalah mengikuti kursus salon. Ia kemudian membagi waktu antara mengurus anak, menjalankan kewajiban adat seperti membanten, serta mengembangkan keterampilan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan berdirinya usaha salon yang mampu membantu perekonomian keluarga.
“Saya mulai dengan mengikuti kursus salon, kemudian membagi waktu antara mengurus anak, menjalankan kewajiban adat seperti membanten, dan mengembangkan keterampilan. Dari proses itu, akhirnya saya berhasil membuka usaha salon dan dapat membantu perekonomian keluarga,” jelasnya.
Pengalaman tersebut, lanjutnya, membuktikan bahwa sekecil apa pun kontribusi perempuan tetap memberikan dampak besar bagi ekonomi rumah tangga.
“Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa sekecil apa pun kontribusi perempuan dalam ekonomi rumah tangga tetap memiliki dampak besar. Peran perempuan dalam menopang ekonomi keluarga sangat penting,” tegasnya.
Ia juga mengakui bahwa keinginan untuk memiliki penghasilan sendiri telah lama tertanam, meskipun awalnya harus mengalah pada kondisi.
“Awalnya saya tidak bekerja karena memang diminta fokus mengurus anak. Namun, di lubuk hati terdalam, saya tetap ingin merasakan bagaimana seorang perempuan bisa memiliki penghasilan sendiri. Dengan berbagai perjuangan, akhirnya saya bisa mewujudkannya, dan dari sana saya merasakan kebanggaan tersendiri,” katanya.
Seiring berjalannya waktu, dukungan yang semula tidak ada justru datang dari keluarga, termasuk suami. Bahkan, ketika ia terjun ke dunia politik, dukungan tersebut semakin kuat.
“Menariknya, ketika apa yang kita lakukan berangkat dari hal-hal positif, dukungan yang awalnya tidak ada justru datang. Dari yang semula ditentang oleh keluarga dan tidak mendapat izin suami, akhirnya berubah menjadi dukungan penuh. Bahkan, ketika saya terjun ke dunia politik dan menjadi anggota DPR, keluarga justru menjadi pihak yang paling mendukung karena melihat konsistensi saya dalam melakukan hal-hal positif di masyarakat,” paparnya.
Dalam momentum Hari Kartini, Rahayuni mengajak perempuan untuk terus aktif dan berani mengambil peran, termasuk di bidang ekonomi.
“Momentum Hari Kartini menjadi pengingat penting untuk terus mendorong perempuan agar aktif, termasuk dalam bidang ekonomi. Perempuan harus saling menyemangati untuk terus berkarya dan mandiri,” ujarnya.
Ia juga mendorong perempuan Bali untuk percaya diri dengan potensi yang dimiliki, termasuk memanfaatkan peluang usaha dari rumah.
“Saya mengajak seluruh perempuan, khususnya perempuan Bali, untuk terus percaya diri. Perempuan Bali memiliki potensi luar biasa—rajin, kreatif, dan memiliki semangat untuk mandiri. Bahkan dari rumah sekalipun, seperti membuat canang atau kerajinan lainnya, perempuan tetap bisa menghasilkan dan membantu ekonomi keluarga,” katanya.
Ia menyampaikan harapan agar perempuan semakin berdaya dan sukses ke depan.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh perempuan, khususnya perempuan Hindu di Bali. Semoga semakin maju, semakin berdaya, dan semakin sukses, terutama dalam bidang ekonomi,” tutupnya.
