Foto: Acara Gebyar Tabungan Arisan Mitra Dahsyat, BPR Mitra Group Wilayah Bali Periode VI Tahun 2026, Sabtu 21 Februari 2026.
Denpasar (aspirasibali.my.id)
Di tengah persaingan industri keuangan yang kian ketat, BPR Mitra Group Bali menunjukkan bahwa strategi berbasis loyalitas dan kedekatan dengan nasabah masih menjadi senjata utama. Program unggulan Tabungan Mitra Dasyat yang digagas BPR Mitra Balijaya Mandiri bersama entitas dalam grup terus mencatatkan pertumbuhan partisipasi signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini terungkap dalam acara Gebyar Tabungan Arisan Mitra Dahsyat, BPR Mitra Group Wilayah Bali Periode VI Tahun 2026, Sabtu 21 Februari 2026, di Hotel Puri Saron, Denpasar.
Direktur Utama BPR Mitra Balijaya Mandiri, Cokorda Gede Punia Arta, SE, menegaskan program ini bukan sekadar undian berhadiah, melainkan bentuk apresiasi nyata kepada nasabah yang konsisten mempercayakan dananya. “Tabungan Mitra Dahsyat adalah wujud komitmen kami kepada nasabah. Kepercayaan yang terbangun harus kami balas dengan nilai tambah yang jelas,” ujarnya.
Lonjakan minat nasabah turut mendorong peningkatan nilai hadiah. Jika pada periode awal hadiah utama hanya satu unit sepeda motor, kini ditingkatkan menjadi dua unit sepeda motor. Hingga tahun berjalan, jumlah peserta hampir menembus 1.700 nasabah, meski masa program hanya satu tahun. Skema yang singkat namun pasti ini dinilai efektif menarik minat masyarakat.
Program Mitra Dahsyat dijalankan secara kolektif oleh lima BPR dalam satu grup, yakni BPR Mitra Bali Mandiri, BPR Mitra Seri Sedana, BPR Mitra Bali Mukti Jaya, dan BPR Mitra Arta Bali Mandiri. Hadiah utama disiapkan bersama oleh seluruh BPR, sementara hadiah hiburan disediakan masing-masing entitas untuk nasabahnya.
Dari sisi akses, persyaratan program tergolong inklusif. Nasabah cukup memiliki rekening tabungan dengan setoran minimal Rp200 ribu per bulan selama satu tahun untuk memperoleh kupon undian. Menurut Punia Arta, skema ini sekaligus menjadi sarana literasi keuangan. “Kami ingin membangun budaya menabung. Hadiah hanyalah bonus, sementara tujuan utamanya adalah kebiasaan finansial yang sehat,” jelasnya.
Di tengah dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, kinerja grup disebut tetap terjaga. Sebagian besar BPR dalam grup telah mencapai target 2025, meski beberapa indikator masih terus diperbaiki. Total aset BPR Mitra Group kini berada di kisaran Rp167 miliar. “Memasuki 2026, tantangan pasti ada, tetapi kami tetap optimistis,” kata Punia Arta.
Pandangan serupa disampaikan Komisaris Utama BPR Mitra Balijaya Mandiri, I Made Astrama, SE., MM. Ia menilai kondisi grup masih aman dan terkendali, meski tekanan persaingan meningkat akibat ekspansi bank umum dan lembaga keuangan lain ke segmen mikro. “Persaingan akan semakin masif. BPR harus unggul dalam pelayanan dan kedekatan interpersonal, karena itu nilai yang sulit ditiru,” tegasnya.
Astrama menambahkan, dari sisi suku bunga, BPR masih memiliki daya tarik dibanding bank umum. Namun, keunggulan tersebut harus diimbangi dengan kualitas layanan yang konsisten. Ke depan, penguatan struktur permodalan juga menjadi agenda strategis. Dari lima BPR di Bali, dua entitas telah diambil alih, sementara tiga lainnya direncanakan bergabung. “Penggabungan ini untuk memperkuat modal inti dan meningkatkan daya saing. Dengan struktur yang lebih kuat, pelayanan ke nasabah juga akan semakin optimal,” ujarnya.
Manajemen berharap Tabungan Mitra Dahsyat terus menjadi motor peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Bali. “Kami ingin masyarakat tidak hanya ikut undian, tetapi memahami pentingnya menabung secara berkelanjutan,” pungkas Astrama.
Dengan tren partisipasi yang terus meningkat, Tabungan Mitra Dahsyat diproyeksikan tetap menjadi produk ikonik BPR Mitra Group, bukan hanya sebagai instrumen promosi, tetapi sebagai strategi jangka panjang memperkuat loyalitas nasabah dan memperdalam peran BPR dalam perekonomian daerah.
