Foto: Pengurus Anak Cabang (PAC), Ranting, dan Anak Ranting se-Kota Denpasar resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2025–2030 dalam sebuah acara yang digelar di GOR Kompyang Sujana, Jumat (13/3/2026).
Denpasar (aspirasibali.my.id)
Struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput kembali diperkuat oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) di Kota Denpasar. Pengurus Anak Cabang (PAC), Ranting, dan Anak Ranting se-Kota Denpasar resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2025–2030 dalam sebuah acara yang digelar di GOR Kompyang Sujana, Jumat (13/3/2026).
Pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali yang juga Gubernur Bali, Wayan Koster. Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris DPD PDI Perjuangan Bali yang juga Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede SH., jajaran pengurus partai, serta ribuan kader dari berbagai tingkatan di Kota Denpasar.
Momentum pengukuhan ini menjadi bagian penting dalam konsolidasi internal partai, khususnya dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat paling bawah. Dengan struktur yang solid, PDI Perjuangan Denpasar diharapkan semakin siap menjalankan program kerja partai sekaligus mengawal berbagai agenda politik dan pembangunan di daerah.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede SH., menjelaskan bahwa kepengurusan yang dikukuhkan merupakan hasil proses organisasi yang telah berjalan sejak awal tahun 2026.
“Masa bakti kepengurusan ini adalah periode 2025–2030, yang dilaksanakan sesuai dengan instruksi DPP Partai serta hasil keputusan organisasi di tingkat cabang. Sebagai pengurus cabang partai, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan nilai-nilai dan perjuangan partai dapat dikenal serta dirasakan oleh masyarakat hingga ke tingkat paling bawah, yakni melalui struktur anak cabang, ranting, dan anak ranting,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa proses konsolidasi dan pembentukan kepengurusan di tingkat bawah telah dilakukan secara bertahap sesuai mekanisme organisasi.
“Hadirin yang saya hormati, pada kesempatan ini dapat kami sampaikan bahwa seluruh proses konsolidasi dan pembentukan struktur partai di tingkat bawah telah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan organisasi yang berlaku,” katanya.
Ia merinci, pada 4 Januari 2026 PDI Perjuangan Kota Denpasar telah melaksanakan musyawarah untuk membentuk kepengurusan PAC di empat kecamatan, yakni Denpasar Barat, Denpasar Utara, Denpasar Timur, dan Denpasar Selatan, dengan total kepengurusan sebanyak 44 orang.
Selanjutnya, pada 24 Januari 2026, musyawarah ranting dilaksanakan untuk membentuk kepengurusan di 43 desa dan kelurahan di Kota Denpasar dengan jumlah pengurus sebanyak 387 orang.
Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembentukan kepengurusan anak ranting secara serentak pada 8 Februari 2026 yang menghasilkan sebanyak 2.030 pengurus.
“Dengan demikian, total kepengurusan partai yang terbentuk mulai dari PAC, ranting, hingga anak ranting mencapai 2.461 orang,” jelasnya.
Menurut kader militan PDI Perjuangan ini, para pengurus yang terpilih merupakan figur yang memiliki kedekatan dengan masyarakat di wilayahnya masing-masing.
“Para pengurus ini merupakan sosok-sosok yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat di wilayahnya masing-masing. Mereka nantinya akan menjadi mata dan telinga partai dalam menyerap serta memperjuangkan aspirasi masyarakat hingga ke tingkat paling bawah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh kader partai harus aktif turun ke masyarakat dan tidak hanya menunggu instruksi dari pimpinan.
“Seluruh kader partai harus turun langsung ke masyarakat, jangan sampai menunggu instruksi,” tegasnya.
Selain itu, ia meminta seluruh kader turut berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan persoalan sampah di Bali.
“Sukseskan sosialisasi pemilahan sampah berbasis sumber untuk menyelesaikan masalah sampah di Bali, khususnya di Kota Denpasar, pasca ditutupnya TPA Suwung,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster, dalam sambutannya menegaskan bahwa konsolidasi partai hingga ke tingkat paling bawah merupakan kekuatan utama PDI Perjuangan di Bali.
“PDI Perjuangan Bali adalah partai yang solid, kuat, dan para kadernya semakin berkualitas, semakin dewasa, serta semakin matang dalam berorganisasi. Patut dikatakan bahwa DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menjadi yang pertama dan paling cepat melakukan konsolidasi partai sampai ke tingkat paling bawah,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa konsolidasi partai di Bali bahkan telah menjangkau hingga ke tingkat anak ranting di seluruh wilayah.
“Konsolidasi partai telah dilakukan hingga ke tingkat ranting dan bahkan anak ranting. Mungkin di beberapa daerah baru sampai pada tingkat tertentu, tetapi di Bali konsolidasi sudah menjangkau hingga anak ranting di seluruh wilayah,” kata Koster.
Menurutnya, pengukuhan kepengurusan di semua tingkatan merupakan bentuk kepercayaan sekaligus amanah bagi para kader yang dipercaya memimpin organisasi partai.
“Oleh karena itu, ini merupakan sebuah kepercayaan sekaligus amanah bagi para kader yang terpilih menjadi pengurus dan memimpin partai pada semua tingkatan. Mulai dari DPD, DPC, anak cabang, ranting, hingga anak ranting, semuanya telah dipilih dari kader-kader terbaik dan mendapatkan kepercayaan dari pengurus partai,” jelasnya.
Koster juga mengingatkan bahwa setiap pengurus partai memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjalankan perjuangan partai.
“Sebagai pemimpin partai di tingkat ranting, tidak ada perbedaan satu sama lain. Kita semua adalah pengurus partai pada semua tingkatan. Kebetulan saya dipercaya dan terpilih untuk menjalankan amanah tersebut,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa para kader yang dipercaya menjadi pengurus partai harus memahami sejarah perjuangan PDI Perjuangan secara utuh.
“Sebagai kader yang ditugaskan menjadi pengurus partai di tingkat PAC, ranting, dan anak ranting, hal pertama yang harus dilakukan adalah memahami sejarah partai, yaitu sejarah PDI Perjuangan sejak awal berdiri hingga saat ini. Dengan memahami sejarah tersebut, para kader diharapkan dapat mengerti perjuangan PDI Perjuangan secara utuh,” katanya.
Selain itu, para kader juga diminta memahami seluruh aturan organisasi partai.
“Selain itu, para pengurus partai juga wajib memahami Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), piagam perjuangan partai, peraturan partai, serta seluruh kebijakan partai. Semua itu harus dijalankan secara tegak lurus sesuai ketentuan internal partai yang dipimpin oleh Ketua Umum PDI Perjuangan. Dengan demikian, seluruh kader dari tingkat atas hingga bawah dapat berjalan searah dan taat pada garis perjuangan partai,” tegasnya.
Koster menambahkan bahwa menjadi pengurus partai bukan sekadar jabatan struktural, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata untuk masyarakat.
“Hal berikutnya yang tidak kalah penting adalah para pengurus partai, baik di tingkat DPD, DPC, PAC, hingga ranting dan anak ranting, harus benar-benar bekerja untuk rakyat di daerahnya masing-masing. Menjadi pengurus partai tidak hanya sekadar menduduki jabatan, tetapi harus mampu mengisi posisi tersebut dengan kerja nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui pengukuhan kepengurusan baru ini, PDI Perjuangan Kota Denpasar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan pelayanan politik kepada masyarakat melalui struktur partai yang solid hingga tingkat paling bawah.



