Foto: Cast-A-Way Cruise & Resort Hiring Agency Indonesia yang dikelola oleh PT Inti Gema Nusantara kembali menggelar Final Interview 2026 bagi kandidat yang akan bergabung dengan Royal Caribbean Group, yang digelar pada Sabtu, 7 Maret 2026, di Sanur, Denpasar.
Denpasar (aspirasibali.my.id)
Cast-A-Way Cruise & Resort Hiring Agency Indonesia yang dikelola oleh PT Inti Gema Nusantara kembali menunjukkan komitmennya dalam membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia, khususnya Bali, untuk berkarier di industri kapal pesiar dunia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Final Interview 2026 bagi kandidat yang akan bergabung dengan Royal Caribbean Group, yang digelar pada Sabtu, 7 Maret 2026, di Sanur, Denpasar.
Kegiatan ini menjadi tahap akhir dalam proses seleksi bagi para kandidat yang ingin meniti karier di industri kapal pesiar internasional. Dalam sesi wawancara tersebut, para peserta dinilai berdasarkan sejumlah aspek penting, mulai dari keterampilan kuliner dan pengalaman profesional, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, hingga kesiapan bekerja di lingkungan kerja yang multikultural dan dinamis.
Selain itu, tim penilai juga menilai sikap profesional, kedisiplinan, potensi kepemimpinan, serta kemampuan bekerja dalam tim. Para kandidat didorong untuk tampil percaya diri, menunjukkan profesionalisme, serta memperlihatkan semangat dan dedikasi tinggi terhadap industri kapal pesiar.
Final interview ini menghadirkan sejumlah tokoh penting di industri kapal pesiar internasional, di antaranya CEO Cast-A-Way Global Operation Recruitment Fabiana Estrela, Direktur PT Inti Gema Nusantara I Dewa Gede Mahendradata, Senior Culinary Director Celebrity Cruises, Chef Sidney Brandao Semedo, Chief Executive Housekeeper Royal Caribbean Group Suardi, serta stakeholder terkait lainnya. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah yang diwakili Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Setiawan.
Direktur PT Inti Gema Nusantara, I Dewa Gede Mahendradata, menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia, khususnya Bali, untuk berkarier di sektor hospitality internasional, terutama di industri kapal pesiar.
Menurutnya, perusahaan tidak hanya fokus membuka akses pekerjaan ke luar negeri, tetapi juga memastikan kualitas para kandidat yang dikirimkan kepada perusahaan klien tetap terjaga sesuai standar internasional.
“Baik, kami dari PT Inti Gema Nusantara berkomitmen untuk terus membuka peluang bagi masyarakat luas, khususnya di Indonesia dan terutama di Bali, untuk berkarier di sektor hospitality,” ujar Dewa Mahendradata.
Ia menjelaskan bahwa kualitas kandidat menjadi prioritas utama dalam setiap proses seleksi. Para peserta yang mengikuti program perekrutan diharapkan mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan kapal pesiar sebagai pihak pengguna tenaga kerja.
“Komitmen kami adalah tetap menjaga kualitas para kandidat yang kami kirimkan kepada klien. Oleh karena itu, mereka harus mampu mengikuti standar yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan atau klien kami,” katanya.
Dalam proses seleksi yang berlangsung tahun ini, jumlah peserta yang mengikuti tahapan perekrutan tergolong sangat besar. Dewa Mahendradata menyebut kegiatan tersebut bahkan dapat disebut sebagai salah satu ajang perekrutan terbesar yang pernah digelar.
“Pada event ini, yang bisa disebut sebagai mega event, jumlah peserta mencapai sekitar seribu lebih orang. Dari total peserta tersebut, hari ini mereka mengikuti tahap final interview,” jelasnya.
Ia pun berharap banyak peserta yang mampu lolos pada tahap akhir seleksi tersebut sehingga dapat segera bergabung dan berkarier di industri kapal pesiar internasional.
Dewa Mahendradata juga memberikan pesan khusus kepada para peserta agar terus meningkatkan kualitas diri, baik dari segi pengalaman kerja maupun kemampuan komunikasi, khususnya dalam penggunaan bahasa Inggris.
“Pesan kami kepada para peserta adalah agar mereka terus menambah pengalaman. Hal yang paling penting adalah attitude atau sikap mereka, termasuk sopan santun. Selain itu, pengalaman kerja juga sangat diperlukan, serta kemampuan berbahasa Inggris yang baik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa industri hospitality, termasuk kapal pesiar, menuntut standar pelayanan yang tinggi sehingga para calon pekerja harus terus belajar dan meningkatkan keterampilan mereka.
“Kami berharap banyak peserta yang bisa lolos dalam tahap ini. Pesan kami kepada mereka adalah untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan serta skill di bidang hospitality industry,” tutupnya.
CEO Cast-A-Way Global Operation Recruitment, Fabiana Estrela, menegaskan bahwa bekerja di kapal pesiar memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan pekerjaan di darat karena menuntut kesiapan mental dan sikap profesional yang kuat.
“Bekerja di kapal pesiar sangat berbeda dibandingkan bekerja di darat. Pekerjaan ini membutuhkan kepribadian dan sikap yang tepat karena lingkungannya sangat dinamis dan bergerak cepat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan pengalaman selama 29 tahun melakukan perekrutan bersama Cast-A-Way, serta pengalamannya sendiri sebagai mantan kru kapal, kesuksesan seseorang di kapal pesiar sangat ditentukan oleh sikap positif. Menurutnya, para pekerja harus memiliki keterbukaan untuk dibimbing serta bersedia menerima pelatihan dan masukan.
“Selain itu, mereka juga harus mampu menjadi pemain tim yang baik, saling mendukung satu sama lain, serta selalu mengingat bahwa sebagai sebuah tim mereka bertugas memberikan pengalaman liburan terbaik bagi para tamu. Ketika mereka juga mendukung tujuan perusahaan, di situlah kesuksesan dapat diraih,” katanya.
Fabiana juga menambahkan bahwa melakukan upaya lebih dari yang diharapkan dan melampaui standar minimum pekerjaan akan sangat membantu seseorang berkembang dalam kariernya.
“Kami memiliki banyak contoh keberhasilan, termasuk banyak kandidat asal Indonesia yang menunjukkan sikap rendah hati, semangat, serta tekad kuat untuk berhasil. Karena itu kami selalu mengatakan bahwa sikap adalah segalanya. Mempelajari dasar-dasar pekerjaan adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh siapa saja, tetapi melampaui dasar-dasar tersebutlah yang benar-benar membuat perbedaan dalam karier maupun kehidupan mereka,” jelasnya.
Sementara itu, Chief Executive Housekeeper Royal Caribbean Group, Suardi, menilai kesiapan mental dan rasa percaya diri menjadi faktor penting yang harus dimiliki para kandidat sebelum bekerja di kapal pesiar.
“Yang paling penting mereka siapkan adalah rasa percaya diri dan mental. Bekerja di kapal pesiar memang menuntut kesiapan mental yang kuat. Namun menurut saya, ketika mereka sudah lolos seleksi awal dari Inti Gema Nusantara yang memanage Cash-A-Way Indonesia, peluang untuk diterima di Royal Caribbean sebenarnya sudah cukup besar,” ujarnya.
Ia mengaku optimistis terhadap kualitas kandidat yang mengikuti proses wawancara kali ini. Bahkan ia memperkirakan tingkat kelulusan peserta dapat mencapai angka yang sangat tinggi.
“Saya sendiri cukup antusias melihat proses interview hari ini, karena biasanya persentase kandidat yang diterima cukup tinggi. Tahun lalu juga, alhamdulillah, banyak kandidat dari sini yang berhasil lolos dan sekarang sudah bekerja di kapal. Karena itu kami berharap tahun ini pun hasilnya baik, bahkan mungkin sekitar 95 persen peserta yang mengikuti interview bisa bergabung nantinya,” kata Suardi.
Menurutnya, selain keterampilan teknis, kemampuan komunikasi menjadi soft skill paling penting yang harus dimiliki kandidat.
“Kalau berbicara mengenai soft skill yang perlu mereka kuasai, menurut saya yang paling penting adalah kemampuan komunikasi. Mereka harus mampu melakukan percakapan dengan baik dan terhubung dengan pewawancara saat proses interview berlangsung,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kemampuan teknis dapat terus diasah melalui pelatihan ketika para kandidat sudah bekerja di kapal.
“Jadi menurut saya yang paling penting adalah mampu memahami pertanyaan, terhubung dengan interviewer, dan berkomunikasi dengan baik. Itu sudah menjadi kunci utama dalam proses interview,” tegasnya.
Dukungan terhadap program perekrutan ini juga disampaikan oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan. Ia menilai sumber daya manusia Bali kembali mendapat perhatian dari berbagai agen kapal pesiar dunia karena dikenal memiliki integritas dan etos kerja yang baik.
“Sumber daya manusia (SDM) Bali kembali dilirik oleh berbagai agen kapal pesiar dunia karena dikenal memiliki integritas dan etos kerja yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa tenaga kerja asal Bali memiliki kualitas dan daya saing yang tinggi di industri internasional,” ujarnya.
Ia juga menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi positif antara pemerintah daerah dengan agen perekrutan tenaga kerja kapal pesiar.
“Melihat hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bali memandangnya sebagai bentuk kolaborasi yang positif antara pemerintah dengan agen-agen kapal pesiar. Saya mewakili Pemerintah Provinsi Bali mengapresiasi kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya PT Inti Gema Nusantara yang sudah cukup lama memfasilitasi masyarakat, khususnya calon tenaga kerja dari Bali, untuk dapat bekerja di kapal pesiar,” katanya.
Menurutnya, peluang bekerja di industri kapal pesiar tidak hanya membuka lapangan kerja baru, tetapi juga memberikan kesempatan bagi tenaga kerja Bali untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman di level internasional.
“Keinginan mereka untuk bekerja di kapal pesiar tidak hanya untuk menambah pengalaman, tetapi juga untuk meningkatkan keterampilan, mendapatkan pemahaman teknologi yang lebih maju, serta merasakan standar kerja internasional,” ujar Ida Bagus Setiawan.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan industri ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak tenaga kerja Bali yang mampu berkarier di industri global sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka di masa depan.



