Foto: KSP Nawa Eka Citta (NEC) saat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 yang dirangkaikan dengan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025, Sabtu (14/2/2026) di Denpasar.
Denpasar (aspirasibali.my.id)
KSP Nawa Eka Citta (NEC) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 yang dirangkaikan dengan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025, Sabtu (14/2/2026) di Denpasar. Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi ruang evaluasi kinerja sekaligus penguatan komitmen koperasi dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Perayaan tahun ini dirancang berbeda dengan melibatkan langsung pelaku UMKM anggota koperasi untuk memamerkan dan memasarkan produk mereka. Langkah tersebut menjadi simbol nyata keberpihakan koperasi terhadap ekonomi kerakyatan.
Ketua KSP Nawa Eka Citta, I Nyoman Sudarsa, menegaskan bahwa sebagian besar anggota koperasi merupakan pelaku UMKM. Karena itu, setiap momentum penting selalu dijadikan ruang promosi dan pembinaan usaha.
“Sebagian besar anggota koperasi kami adalah pelaku UMKM. Karena itu, setiap momentum penting seperti RAT dan perayaan ulang tahun, kami selalu melibatkan UMKM. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari upaya pembinaan dan penguatan usaha mereka,” ujarnya di sela kegiatan.
Sebanyak 11 pelaku UMKM dilibatkan secara langsung dalam kegiatan tersebut. Meski jumlahnya masih sebagian kecil dari ratusan UMKM anggota, koperasi secara bertahap terus melakukan pembinaan dan edukasi agar pelaku usaha semakin siap berkembang dan bersaing.
Sudarsa menekankan, koperasi memiliki peran strategis dalam mendukung UMKM, terutama dalam hal akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau dibandingkan lembaga keuangan lainnya.
“Koperasi hadir untuk memfasilitasi UMKM agar mendapatkan akses permodalan yang lebih murah dan mudah. Harapannya, koperasi mampu mengangkat derajat UMKM dan membantu mereka berkembang lebih luas,” tegasnya.
Ia menambahkan, edukasi kepada anggota terus dilakukan agar koperasi dipahami bukan hanya sebagai tempat meminjam dana, melainkan sebagai wadah pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan bersama.
Memasuki usia ke-17 tahun, KSP Nawa Eka Citta menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan sehat. Hingga akhir Tahun Buku 2025, jumlah anggota tercatat sebanyak 1.357 orang, meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi aset, koperasi membukukan total sekitar Rp47 miliar, naik dari Rp40 miliar atau tumbuh sekitar 12 persen. Volume pinjaman juga meningkat sekitar 16 persen, mencerminkan tingginya kepercayaan anggota terhadap koperasi sebagai lembaga intermediasi keuangan.
Sisa Hasil Usaha (SHU) turut meningkat sekitar 12 persen, menandakan kinerja keuangan yang positif serta pengelolaan yang semakin profesional.
“Pertumbuhan ini merupakan hasil dari kepercayaan anggota dan kerja keras seluruh pengurus serta manajemen koperasi. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggota,” jelas Sudarsa.
Sebagai bagian dari peningkatan layanan, koperasi juga menjalin kerja sama dengan program perlindungan tenaga kerja untuk memberikan jaminan sosial kepada anggota, termasuk perlindungan dalam kondisi tertentu seperti risiko usaha maupun musibah.
Langkah tersebut menjadi wujud komitmen koperasi dalam memberikan rasa aman dan perlindungan menyeluruh kepada anggota.
“Kami ingin koperasi tidak hanya menjadi lembaga keuangan, tetapi juga menjadi keluarga besar yang saling melindungi dan mendukung kesejahteraan anggotanya,” ungkap Sudarsa.
Ke depan, koperasi menargetkan peningkatan jumlah anggota melalui pendekatan “member get member”, yakni setiap anggota diharapkan dapat mengajak minimal satu anggota baru untuk bergabung.
“Harapan kami, setiap anggota dapat mengajak minimal satu anggota baru. Dengan begitu, koperasi akan semakin kuat dan manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” ujarnya.
Perayaan HUT ke-17 yang bertepatan dengan Hari Kasih Sayang ini sekaligus menjadi simbol penguatan semangat kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian antaranggota.
Apresiasi atas kinerja koperasi juga datang dari Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Bali. Wakil Ketua Dekopinwil Bali, I Gede Indra Dewa Putra, menilai KSP Nawa Eka Citta menunjukkan perkembangan signifikan dan berpotensi menjadi koperasi skala besar serta kebanggaan masyarakat Bali di masa depan.
“Saya sebagai Wakil Ketua Dekopinwil Bali memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada pengurus, pengawas, manajemen, dan seluruh anggota. Peningkatan koperasi ini sangat luar biasa, baik dari sisi aset, modal sendiri, peluang usaha, maupun capaian hasil usaha. Ini menjadi titik penting bagi KSP Nawa Eka Citta untuk berkembang menjadi koperasi skala besar dan kebanggaan Bali,” ujarnya.
Menurutnya, indikator kesehatan koperasi menunjukkan hasil sangat baik, mulai dari peningkatan kinerja usaha, tata kelola transparan, hingga hasil audit yang dinyatakan wajar tanpa pengecualian.
“Koperasi ini memiliki indikator kesehatan yang sangat baik. Kinerja meningkat, tata kelola berjalan profesional, dan hasil audit menunjukkan kondisi yang sehat. Ini sangat layak mendapatkan penghargaan dan menjadi contoh bagi koperasi lain,” tegasnya.
Ia menambahkan, ukuran keberhasilan koperasi bukan semata besarnya aset, melainkan manfaat nyata yang dirasakan anggota.
“Kehadiran koperasi harus memberikan manfaat nyata bagi ekonomi anggota. Itu esensi utama koperasi,” tambahnya.
Secara umum, perkembangan koperasi di Bali menunjukkan tren positif. Saat ini terdapat sekitar 6.500 koperasi dengan jumlah anggota mencapai sekitar 1,2 juta orang. Total aset koperasi di Bali diperkirakan mencapai Rp22 triliun.
“Koperasi semakin dipercaya masyarakat sebagai wadah ekonomi produktif dan sarana meningkatkan kesejahteraan anggota,” jelasnya.
Meski demikian, Dekopinwil Bali menekankan pentingnya pembenahan koperasi yang tidak aktif atau tidak menjalankan kewajiban, termasuk tidak melaksanakan RAT secara rutin.
“Koperasi harus mematuhi regulasi, menjalankan RAT secara rutin, dan dikelola secara profesional. Jika tidak aktif dan tidak menjalankan kewajiban, maka pembubaran bisa menjadi solusi agar tidak merusak citra koperasi secara umum,” tegasnya.
Ia juga mendorong koperasi untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada anggota.
“Koperasi harus dikelola dengan profesional, kompeten, dan berintegritas. Anggota adalah pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi, sehingga hubungan yang baik dan kepercayaan anggota menjadi kunci utama keberhasilan koperasi,” ujarnya.
Gede Indra Dewa Putra berharap koperasi di Bali semakin kuat dan berdaya saing.
“Kami berharap koperasi di Bali semakin kuat, sehat, dan mampu bersaing. KSP Nawa Eka Citta telah menunjukkan arah yang sangat baik. Ini menjadi contoh bahwa koperasi bisa berkembang besar dan memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat,” pungkasnya.
