Foto: Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kemenkop RI, Dr. Ir. Herbert H.O. Siagian, M.Si., saat menghadiri Paripurna RAT Tahun Buku 2025 sekaligus perayaan HUT ke-10 KSP Jumari di Denpasar, Rabu (4/2/2026).
Denpasar (aspirasibali.my.id)
Kementerian Koperasi RI melalui Deputi Bidang Pengawasan memberikan apresiasi tinggi kepada KSP Jujur Utama Mandiri (Jumari). Koperasi ini dinilai mampu menjaga kinerja usaha tetap sehat, akuntabel, dan konsisten menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif, khususnya UMKM.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kemenkop RI, Dr. Ir. Herbert H.O. Siagian, M.Si., saat menghadiri Paripurna RAT Tahun Buku 2025 sekaligus perayaan HUT ke-10 KSP Jumari di Denpasar, Rabu (4/2/2026).
Menurut Herbert, KSP Jumari adalah contoh koperasi simpan pinjam yang berhasil menyeimbangkan fungsi pengawasan dan bisnis, sehingga mampu tumbuh berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi anggota.
“Kami mendorong KSP Jumari agar terus menjadi sumber pembiayaan bagi anggota, terutama yang bergerak di sektor produktif seperti UMKM. Pembiayaan koperasi idealnya difokuskan pada kegiatan produktif, bukan konsumtif,” tegas Herbert.
Ia menekankan, pembiayaan untuk kebutuhan seremonial atau konsumsi sesaat sebaiknya diminimalisasi. Koperasi, kata dia, harus hadir sebagai penggerak ekonomi rakyat lewat pembiayaan usaha yang menciptakan nilai tambah.
Herbert juga menyoroti capaian kinerja Jumari. Hingga akhir Tahun Buku 2025, koperasi ini mencatat aset sekitar Rp74,4 miliar dengan SHU yang dibagikan kepada anggota mencapai sekitar Rp700 juta.
“Untuk koperasi yang sudah berjalan 10 tahun, capaian ini sangat baik. Artinya, tata kelola, pengawasan internal, dan manajemen usaha berjalan dengan benar,” ujarnya.
Pengalaman satu dekade Jumari yang telah melewati berbagai dinamika dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat ekosistem koperasi nasional. Hal ini relevan dengan program prioritas nasional Koperasi Merah Putih yang masih baru dan membutuhkan pendampingan.
“Koperasi Merah Putih ini baru berjalan, sementara KSP Jumari sudah jatuh-bangun selama 10 tahun dan terbukti mampu bertahan serta berkembang. Ini sangat tepat untuk menjadi role model dan mitra pendamping,” jelasnya.
Salah satu kontribusi nyata Jumari adalah program sekolah anggota. Program ini tak hanya bermanfaat bagi internal koperasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan pengurus dan pengawas Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari penguatan kapasitas SDM koperasi.
Dari sisi pengawasan, Herbert mengingatkan agar Jumari tetap fokus pada bisnis inti dan tidak tergesa melakukan ekspansi wilayah.
“Saran kami, fokus dulu di Bali. Segmentasi pasar di Bali sangat bagus. Kalau sudah benar-benar kuat, nanti pada waktunya bisa berkembang ke tingkat nasional,” katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah Jumari dalam menerapkan digitalisasi layanan serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam koperasi.
“Dengan digitalisasi dan pelibatan generasi muda, koperasi tidak lagi dipandang sebagai lembaga lama, tetapi sebagai badan usaha modern yang relevan dengan Gen Z dan Gen Alpha,” tambahnya.
Herbert berharap, dengan pengawasan konsisten, tata kelola yang baik, dan fokus pada pembiayaan produktif, KSP Jumari dapat terus meningkatkan aset, memperluas manfaat bagi anggota, dan menjadi koperasi unggulan nasional yang tumbuh dari daerah.
“Kami berharap KSP Jujur Utama Mandiri terus menjaga kinerja, memperkuat pengawasan internal, dan menjadi contoh koperasi sehat yang benar-benar bekerja untuk kesejahteraan anggota,” pungkasnya.
