Foto: Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Bali dari Fraksi Partai Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani, saat menghadiri kegiatan Lomba Kerakyatan dan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri dalam rangka HUT ke-25 Partai Demokrat, di Kantor DPC Partai Demokrat Kota Denpasar, Minggu (23/8/2026).
Denpasar (aspirasibali.my.id)
Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Bali dari Fraksi Partai Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani, menekankan pentingnya seluruh kader Partai Demokrat untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh sejauh mana kader mampu hadir dan memperjuangkan aspirasi rakyat.
Pesan tersebut disampaikan Tutik saat menghadiri kegiatan Lomba Kerakyatan dan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri yang digelar DPC Partai Demokrat Kota Denpasar bersama DPD Partai Demokrat Provinsi Bali dalam rangka menyambut HUT ke-25 Partai Demokrat, di Kantor DPC Partai Demokrat Kota Denpasar, Minggu (23/8/2026).
Tutik mengatakan, momentum bulan kemerdekaan harus menjadi ruang untuk memperkuat persatuan. Semangat tersebut juga harus diwujudkan melalui keberadaan kader yang dekat dengan masyarakat dan mampu memahami persoalan yang dihadapi rakyat.
“Esensi dari peringatan kemerdekaan ini adalah bagaimana kita terus menjaga dan menggalang persatuan. Hari ini, kader-kader Partai Demokrat yang sangat kami banggakan hadir dengan semangat untuk memperkuat persatuan,” kata Tutik.
Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat harus diwujudkan dengan kesediaan kader untuk duduk bersama rakyat dan mendengarkan berbagai harapan maupun aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kader Partai Demokrat harus mau duduk bersama masyarakat, mendengarkan apa yang menjadi harapan dan aspirasi rakyat, kemudian menyalurkan serta memperjuangkannya melalui para wakil rakyat yang berada di DPR RI, termasuk Bapak Komang Nova, maupun melalui jajaran eksekutif,” tegasnya.
Tutik menilai, pola tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Partai Demokrat. Aspirasi yang telah diserap dari masyarakat, menurutnya, harus benar-benar diperjuangkan melalui jalur politik dan pemerintahan agar keberadaan kader memberikan manfaat nyata.
“Partai Demokrat tentu akan semakin besar apabila seluruh kader memiliki komitmen untuk selalu dekat dengan rakyat. Sebab, Partai Demokrat lahir dari rakyat dan harus terus berjuang bersama rakyat,” ujarnya.
Ia berharap komitmen tersebut terus dijaga seluruh kader sehingga Partai Demokrat tidak hanya hadir dalam momentum politik maupun kegiatan internal partai, tetapi juga konsisten berada di tengah masyarakat.
“Partai Demokrat bisa berkontribusi untuk bangsa dan negara,” pungkas Tutik.
Bagi Tutik, kedekatan dengan rakyat sekaligus menjadi modal penting untuk memperkuat persatuan dan menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, kader didorong untuk menjadikan masyarakat sebagai sumber aspirasi sekaligus tujuan utama perjuangan politik partai.

