Karangasem (aspirasibali.my.id)
Upacara besar Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Karangasem, resmi memasuki tahapan penting pada Senin (30/3/2026). Prosesi sakral Nedunang Pralingga Ida Bhatara menjadi salah satu agenda utama yang digelar pada hari ini.
Prosesi diawali dari Palinggih Panyimpenan Ida Bhatara Gede atau Ida Bhatara Lingsir di Mandala V Pura Penataran Agung Besakih. Selanjutnya, rangkaian diikuti oleh Pralingga Ida Bhatara Luhuring Ambal-ambal, kemudian disusul Pralingga Ida Bhatara Sooring Ambal-ambal.
Secara keseluruhan, terdapat 26 pralingga dari kompleks Pura Pakideh di lingkungan Pura Agung Besakih yang turut serta dalam prosesi tersebut. Seluruh pralingga kemudian distanakan di Palinggih Pesamuan Agung Pura Penataran Agung Besakih hingga pelaksanaan panyineban karya yang dijadwalkan berlangsung pada 23 April 2026.
Pada hari yang sama, prosesi nedunang juga dilaksanakan di masing-masing Pura Catur Lawa Besakih serta pura-pura pedharman lainnya di kawasan Besakih.
Rangkaian pemujaan dan prosesi di natar Pura Penataran Agung Besakih dipimpin oleh Ida Sri Bhagawan Putra Natha Wangsa Pemayun dari Griya Karawista Blatungan, bersama Ida Dalem Semara Putra dari Puri Klungkung Semarapura.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam prosesi dan persembahyangan bersama, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Bali, para bupati dan wakil bupati se-Bali, wali kota, serta undangan lainnya.
Selain itu, pada hari yang sama juga dilaksanakan prosesi Mendak Tirtha Ida Bhatara yang distanakan di Pura Basukian Besakih. Sementara itu, rangkaian upacara akan berlanjut dengan prosesi melasti ke Tegal Suci yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (31/3/2026). (Hms)
