Foto: Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bali, Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah, saat memimpin aksi bersih lingkungan di Danau Yeh Malet.
Karangasem (aspirasibali.my.id)
Persoalan sampah di Bali kembali menjadi sorotan. Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bali, Made Muliawan Arya, menegaskan bahwa penanganan sampah membutuhkan solusi komprehensif yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berorientasi jangka panjang melalui pemanfaatan teknologi.
Pria yang akrab disapa De Gadjah itu menyampaikan bahwa setiap persoalan, termasuk sampah, harus diikuti dengan langkah penyelesaian yang jelas. Ia menilai salah satu solusi jangka panjang yang dapat diterapkan adalah pengolahan sampah berbasis teknologi, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL). Namun demikian, realisasi teknologi tersebut dinilai memerlukan waktu dan proses yang tidak singkat.
“Setiap persoalan tentu harus memiliki solusi. Salah satu solusi jangka panjang adalah melalui pengolahan sampah berbasis teknologi seperti PSEL, namun hal tersebut membutuhkan waktu untuk direalisasikan,” ujarnya.
Untuk itu, dalam jangka pendek, De Gadjah mendorong pemerintah daerah di seluruh Bali, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, agar segera menghadirkan langkah konkret dalam penanganan sampah. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat.
“Sementara untuk jangka pendek, kami berharap pemerintah daerah, baik Gubernur, Bupati, maupun Wali Kota se-Bali, dapat menghadirkan solusi konkret. Penanganan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam hal pemilahan sampah dari sumber. Meski demikian, menurutnya, edukasi saja tidak cukup tanpa diikuti dengan sistem pengelolaan lanjutan yang jelas dan terintegrasi.
“Edukasi kepada masyarakat memang penting, termasuk dalam hal memilah sampah. Namun setelah itu, yang lebih penting adalah bagaimana solusi lanjutan dari pengelolaan sampah tersebut,” imbuhnya.
Lebih lanjut, De Gadjah menilai bahwa solusi penanganan sampah sebenarnya cukup beragam, namun membutuhkan forum bersama untuk merumuskan langkah terbaik. Ia mendorong adanya diskusi yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, hingga media, guna menciptakan kerja sama yang solid.
“Solusi sebenarnya ada banyak, namun perlu dibahas dan dirumuskan bersama. Melalui diskusi yang melibatkan seluruh elemen, pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, hingga media, serta kerja sama yang solid, saya yakin persoalan ini dapat diselesaikan,” katanya.
Sekali lagi, De Gadjah menegaskan bahwa penanganan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama. Ia juga membuka ruang untuk berdiskusi terkait gagasan yang dimilikinya, meskipun mengaku bukan ahli di bidang persampahan.
“Yang terpenting, penanganan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya dibebankan kepada masyarakat semata. Saya sendiri bukan ahli di bidang persampahan, tetapi saya memiliki gagasan yang bisa didiskusikan bersama untuk mencari solusi terbaik,” pungkasnya.
